Blogger Widgets

Sunday, December 23, 2012

Who Is Jack Frost?



 (Jack Frost di Rise of the Guardians)


Udah nonton Rise of the Guardians awal Desember kemarin? Bagi yang belum, kasian deh lo. Filmnya bagus banget, salah satu dari yang paling bagus yang pernah dibuat DreamWorks Animation, selain Kung Fu Panda dan How to Train Your Dragon (2 film favorit gue dari DreamWorks Animation). It based upon The Guardians of Childhood series by William Joyce. It actually made a second place in the box office list in IMDB, right below Sky Fall. Quite an achievement for an animation movie, right? Bagi yang udah nonton, pernah bertanya-tanya gak sih sebenernya tokoh Jack Frost itu siapa? Kita tahu bahwa Guardians itu adalah tokoh-tokoh legenda kepercayaan atau mitos anak-anak. Santa Claus, jelas kita tahu. Tooth Fairy, seriously? Siapa juga yang gak tahu peri gigi yang menukar setiap gigi anak-anak yang tanggal dengan koin. Sandman juga, walaupun kita di Indonesia gak terlalu familiar dengan namanya, di Eropa dan Amerika, namanya sering dipakai untuk lagu pengantar tidur (lullaby). Dan Easter Bunny? Kelinci Paskah? Oke, yang gak tau pasti tinggal di bawah batu. Ngaku deh. (Nggak, gue nggak ngina lu kok Patrick)

Sekarang, Jack Frost. Banyak orang-orang yang ngira bahwa ia adalah tokoh rancangan dari DreamWorks sendiri. Padahal bukan, lho. Jack Frost emang bukan tokoh mitos yang sepopuler Santa Claus, tapi dia beneran ada. Maksud gue, emang bener ada cerita-cerita tentang dia di budaya kita. Well, budaya Barat sih. Ah, you know what I mean, lah. I'm just not good with words like that -_-

Hmm hmm hmm. Yang gue baca sih, tokoh Jack Frost itu asalnya dari adat istiadat musim salju suku Anglo-Saxon dan Norse di Eropa. Bagi yang belum tau, Norse itu orang-orang Skandinavia sebelum masa Kristenisasi gitu deh. Orang Nordik. Jadi dari kebudayaan yang dipersonifikasi gitu mungkin ya, tahulah gimana awal pembentukan tokoh legenda. Kalo di peradaban Viking, dia disebut dengan Jokul Frosti (kira-kira artinya es yang beku). Sebenernya Viking juga termasuk orang Norse sih, di abad pertengahan. Jadi awalnya ya dari orang-orang Anglo-Saxon sama Norse itu, terus menyebar ke hampir seluruh Eropa, malah sampe ke Rusia. Intinya sama, yaitu roh musim salju, hanya namanya dikenal berbeda-beda di setiap daerah. Di mitologi yang lebih modern, dia biasanya digunakan para orangtua untuk mengingatkan anak-anaknya untuk hati-hati di pagi musim salju sebelum bermain keluar rumah. Dikatakan bahwa "he will pull tricks on them and cause their extremities to become cold"---ia akan menjahili anak-anak tersebut dan menyebabkan kaki mereka menjadi dingin. Semacam anak-anak kita ditakut-takutin sama ondel-ondel lah. Hahaha.

So basically, Jack Frost adalah personifikasi dari cuaca dingin itu sendiri. Emmm oh iya, ada juga nama lainnya. Di mitos lain ia juga dikenal sebagai Old Man Winter (digambarkan dalam wujud orang tua, thus the name. Walaupun ada versi lain yang menggambarkan ia sebagai orang dewasa, bahkan remaja.) Di Barat, sebutan itu lumayan populer, lho. Malahan, ia lebih banyak dipercaya berwujud orangtua itu. (Halah, kayak yang pernah ke sana aja deh gue) Ah anyway, like I said before, he's basically a sprite--semacam roh--yang merupakan manifestasi dari udara dingin di musim salju. Mmmm dia juga dipercaya sebagai roh nakal yang suka berbuat onar gitu, carefree, suka bertindak semaunya sendiri. Yah, semacam perspektif atau ekspektasi orang-orang dari musim salju itu sendiri sih. Dipercaya bahwa, Jack Frost adalah wujud dari imajinasi; sebagai roh musim dingin yang abadi, menyimbolkan kemudaan dan keajaiban bagi mereka yang bermain di salju. Di Rise of the Guardians, sifat ini benar-benar ditonjolkan, ditunjukkan di bagian awal film di mana ia bermain bersama anak-anak, membuat anak-anak tersebut tersihir dalam permainannya, dan di akhir film yaitu pengangkatannya sebagai Guardian of Fun (bukan nama jabatan resminya sih, you just kinda get the point of that, you know, because he spreads fun). Dan itu keren banget... Kalo ngeliat dari sifatnya sih, emang paling cocok kalo wujudnya remaja. Iya gak? Nggak? Ya udah sih.

Sebenernya sebelum Rise of the Guardians tokoh Jack Frost udah banyak ditampilin, mulai dari game, musik, juga film. Banyak juga literatur yang menceritakan tentang tokoh Jack Frost, tapi baru setelah Rise of the Guardians ini namanya booming. People basically watch the movie just to see him. Kenapa? Because in this movie, Jack Frost is a very, very good looking boy. He's got this boyish charm all over him, which is very adorable. (Nggak percaya? Lihat aja gambar di atas) Gebrakan baru yang bagus dari DreamWorks, considering most people's belief of him being an old man. Dan sifat alaminya yang carefree dan naif just makes him more irresistible. DreamWorks dengan brilian telah berhasil membuat Jack Frost menjadi tokoh yang sangat ikonik. Just for your information, he is currently my crush, well, along with Danny Phantom. What? Am I not allowed to have more than one crush?

Iya, gue emang aneh.
Yah, pokoknya DreamWorks telah dengan sukses membuat gue jatuh cinta pada Jack Frost~

Oh iya, lucunya, di versi RotG diketahui bahwa Jack berasal dari sekitar awal abad 18--ditunjukkan pada awal film bahwa ia tinggal di pemukiman kolonial Amerika dan penduduknya nyanyiin lagu "Kemp's Jig", lagu yang populer pada zaman itu, juga disebut di beberapa dialog filmnya bahwa ia berusia sekitar 300 tahun, sedangkan sebenarnya legenda awal dari Jack Frost sendiri berasal dari zaman yang jauh sebelum itu, mengingat orang-orang Norse hidup pada sekitar abad 8 sampai 11 masehi. Yah, tapi namanya juga mitos. Jadi bisa diubah-ubah tergantung kemauan orang yang bikinnya.

Oh and by the way (promosi dikit nih), Rise of the Guardians is a highly recommended movie. I command you to add it to your must watch list! Kalian mungkin mikir, ngapain juga gue nonton film anak kecil kayak gituan? Iya kan? Well, anda salah besar, pemirsa. Rise of the Guardians adalah film epik yang sangat menyenangkan untuk ditonton, dengan kualitas animasi yang sangat, sangat bagus dan karakterisasi tokoh yang bener-bener unik. Kalo kalian nonton, pasti kalian ngerti maksud gue apa. Alur ceritanya juga ngalir banget, mulai dari pembukaan yang epik dan aksi-aksi yang timingnya bener-bener tepat. Suasananya dapet banget. Suspense diselingi dengan komedi yang bener-bener mainin emosi kita; semuanya hanya untuk satu pesan: To believe. It has already beaten Breaking Dawn in the box office list, ditambah art yang bagus banget (you should see the movie's artbook, it's outta this world), minta bukti apalagi? Maaf kalo gue terdengar memihak (which I actually am), tapi film ini emang bagus banget, definitely a golden globe category.



Kapan ya, Indonesia bisa bikin tokoh kepercayaan lokal daerahnya jadi mendunia gitu?



6 comments:

Ika Chandra said...

oke stuju banget klo Jack Frost di ROTG ini keren and charm banget. aku smpet browsing di yah... sumpah ga maksud jd idiot ya, di youtube. tiba2 nemu film horrornya jack frost, seketika ilfil, tapi syukur ga lama, trailer itu sungguh merusak fantasyku aja.

bagiku selamanya Jack Frost is charming, cool hot yg anda taulah....

Anonymous said...

oh... hai...
you same like me!!
i like Jack Frost and i try to find who really he is. you make me know that myth... Thank you!!! I don't know why my friend always laugh on me when i told about him to they, i like Jack Frost!!! he is cool, handsome, of course. and he loves kid. my friend said, "wait!! you like an unreal boy!! you're crazy!"
but i don't care. I will always love you Jack...!!

An Ardhitia said...

Wow, Film nya emang keren abis !!
Dan saya juga percaya kalo Jack Frost bener-bener ada ^^ tapi sayang di Indonesia gak ada salju dan gak dingin-dingin amet. Tapi aku tau Jack Frost selalu ada :)

Anonymous said...

Haha, setuju bangat .. Seketika JATUH CINTA :D

Unknown said...

jadi , jack frost itu memang ada ?

Anonymous said...

Jack Frost emang keren banget ...
Sayangnya di Indonesia gak ada salju .