Blogger Widgets

Tuesday, January 08, 2013

Hubungan antara Sekolah dan Kreatifitas Siswa

Minggu ini gua udah mulai masuk sekolah lagi. Dan sekolah gue dengan kejamnya langsung mengadakan kegiatan belajar-mengajar dengan normal di hari pertama masuk tanpa meminta pertimbangan dari para murid. Hal ini tentu saja membawa dampak besar pada gua. Tentu aja jadwal mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi berubah sangat drastis. Yang namanya mata masih berat pada saat upacara dan lu ketiduran sampe mangap-mangap sambil istirahat di tempat itu pasti terjadi, yah, setidaknya bagi gue.

Salah satu yang gua sadarin berubah drastis itu adalah kondisi binder gua. Tepatnya isinya. Yang di saat-saat liburan isinya begini semua:


Saat hari-hari pembelajaran aktif menjadi begini:


Dan gue telah membuat penelitian tentang tragedi ini.

Ini membuktikan bahwa terjadi penurunan kreatifitas drastis pada siswa, yang diakibatkan padatnya jadwal sekolah dan capeknya siswa karena pulang kesorean. Saat sampai di rumah, siswa sudah tidak mampu lagi untuk menggali ide-ide untuk dituangkan, amit-amit, megang pensil aja sudah nggak kuat lagi. Perlu diingat juga bahwa masih ada PR-PR untuk dikerjakan, belum lagi kewajiban-kewajibannya di rumah seperti menyapu, mencuci, dan makan.

Hal ini juga disebabkan karena lamanya jam pembelajaran yang sangat menyita waktu siswa sehingga siswa kehilangan waktu browsing-browsing untuk mencari inspirasi untuk pembuatan  karya-karyanya tersebut. Inspirasi itu timbul pada saat kita ada dalam keadaan nganggur, dan susah untuk muncul di waktu yang padat dan sibuk.

Dengan hal ini disimpulkan bahwa, daya kreatifitas siswa berbanding terbalik terhadap waktu sekolah. Semakin lama siswa dikurung untuk duduk diam di dalam sekolah, maka semakin menurunlah daya kreatifitas siswa, dan kesempatan/waktu siswa dalam berkarya.

Hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi mengingat tekad siswa tahun ini untuk lebih membesut karya-karyanya, bagaimana jika suatu saat sekolah menjadi semakin sibuk dan kreatifitasnya raib, hilang entah kemana?

Menyadari kenyataan ini, masih perlukah diberlakukan jam belajar sekolah sampai sore?


No comments: