Blogger Widgets

Saturday, January 26, 2013

Jiuzhaigou Valley, China

Baru-baru ini gue menemukan tempat baru untuk diobsesiin. Gua mau sedikit membongkar rahasia nih, sebenernya gua agak terobsesi, oke, terobsesi banget, dengan tempat-tempat yang berair jernih. Maksudnya? Ya gitu. Tempat-tempat eksotis yang menampung air yang bersih banget sampai kelihatan dasarnya. Contohnya, perairan di Tanjung Lesung, Lombok, Raja Ampat, atau Ujung Genteng. Atau Curug Nangka (kok gak level banget nyontohinnya -,-). Atau sungai Niyodo di Jepang. Atau bahkan sungai di bagian Sakura Garden, Kebun Raya Cibodas itu. Gue suka semuanya. Gue bisa ngabisin waktu berjam-jam hanya menatap kejernihan air dari tempat-tempat tersebut. Sampe-sampe saat mandi aja beberapa menitnya gua abisin buat memandangi isi bak mandi dengan tertegun-tegun (ya ga gitu juga, Ni). Nah, sekarang gue telah menemukan objek pengileran baru, setelah iseng-iseng browsing internet. Kenapa gua baru menemukannya di samping obsesi gue terhadap tempat-tempat sejenis ini, gue juga nggak tau.

Oke. Jadi, namanya adalah Jiuzhaigou. Jiuzhaigou ini adalah sebuah lembah yang merupakan bagian dari Pegunungan Min, lokasinya ada di ujung Dataran Tinggi Tibet, provinsi Sichuan di barat laut China. Lembah Jiuzhaigou itu sendiri adalah bagian dari UNESCO World Heritage Site, jadi udah pasti tempatnya keren banget. Iya, kalo nggak keren gua nggak bakal ngefans, apalagi terobsesi. Nggak bakal jadi situs UNESCO juga, ah elah. Kenapa jadi gue yang senewen.

Jiuzhaigou itu secara harfiah artinya adalah Lembah Sembilan Desa (Nine Villages Valley), karena emang panjangnya sepanjang sembilan desa orang Tibet yang dilewatinya. Yang gue takjub banget dari tempat ini adalah air sungainya yang bener-bener jernih, tak tersentuh. Ya istilahnya masih perawan, lah. Bener-bener biru jernih, dan bukan biru biasa pula. Birunya unik, warna turquoise gitu. Mungkin karena kadar mineral yang terkandung atau jenis tanahnya, gue ga tau. Yang pasti keren banget. Pemandangan kiri-kanan sungainya juga spektakuler, apalagi menjelang musim semi. Memikat banget, bro. You'll be left speechless for the rest of your mortal life. Gue udah ga ngerti lagi mau ngejelasinnya gimana. mending liat gambarnya sendiri.

This is exactly why I worship this place.

Ada tempat-tempat tertentu yang bener-bener bikin gue pengen ngancurin buku yellow pages saking indahnya. Bikin gemes banget, menyadari bahwa duit di dompet gue tinggal 20 ribu rupiah. Go figure. 

Yang pertama:

 Bikin napsu

Lembah Rize. Ini salah satu objek populer yang paling banyak didatangi turis. Nggak heran, karena tempatnya emang keren abis. Panjangnya 18 km dan berada di bagian barat daya Jiuzhaigou. Sepanjang 18 km itu ada banyak tempat yang layak dikunjungi, salah satunya Pearl Shoal, yang dijadiin lokasi syuting dari seri TV Journey to the West (kudos to you who know it). Di Pearl Shoal ini terdapat Pearl Waterfall yang indahnya tiada tara~ Penasaran? Gugurekasu! Google it. Gue males nguploadnya. 

Yang kedua:

*Hyperventilating*

Lembah Zechawa. Ini satu juga gak kalah keren. Pokoknya kalo udah ke sana lo bisa mati damai deh. Keren banget sumpah. Lu harus liat foto lainnya, karena keren-keren semua. Bahkan yang diambil dari sudut jelek aja keren. Bahkan mungkin kalau ada orang jelek pose di sana bakal terlihat indah seperti malaikat. Bahkan mungkin gue...ah lupakan. Nah, Zechawa Valley ini berada di bagian tenggara Jiuzhaigou. Di sana ada Long Lake, danau terbesar di Jiuzhaigou, Five-color Pond (Danau Lima Warna) which I desperately want to visit, or plunge myself into to be exact, dan the lovely Seasonal Lakes yang kece abis, abis, seabis-abisnya. 

Yang ketiga:

 Eye-gasming.

Lembah Shuzheng. Bagian utama dari Jiuzhaighou, ada di sebelah utaranya. Pemandangannya sangat eksepsional, sepanjang 14,5 kilometer Anda akan menemui Nuorilang Falls (Air Terjun Nuorilang), Nuorilang Lakes (Danau Nuorilang) yang ada bendungan alaminya, Sleeping Dragon Lake (Danau Naga Tidur) yang terdapat semacam tanggul yang menyerupai bentuk naga yang sedang tidur, dan Reed Lake (Danau Alang-Alang) yaitu rawa yang dipenuhi alang-alang dengan sungai kecil berwarna biru-hijau jernih menzig-zag sepanjangnya, keren banget gue mau mati.

Sebenernya masih banyak tempat-tempat lainnya di Jiuzhaigou yang bisa diekspos di sini, yah tapi seenggaknya gua udah nunjukkin tempat-tempat utama yang umum ada di jalur wisata Jiuzhaigou. Gue gak tau kapan gue bakal ke sini, tapi gue harap gue bisa...walaupun sekarang gue hanya bisa termenung-menung memandanginya dengan iler yang menetes semakin deras... Ini bener-bener kejadian Sungai Niyodo yang terulang kembali, if not more than that. Curcol dikit, gue sampe nangis (beneran, dari berkaca-kaca sampe ingusan) pas ngeliat filmnya dokumentasinya (tentang Sungai Niyodo) di NHK, sebegitu besarnya obsesi gue terhadap tempat-tempat seperti ini. Dan Jiuzhaigou? Lebih dari apapun yang pernah gua lihat di Niyodo. *brb nyari tisu*

No comments: