Blogger Widgets

Wednesday, January 02, 2013

Sindrom Peter Pan

Sepertinya gua mengidap Sindrom Peter Pan ringan.

Bukan, bukan nama band yang belakangan diganti namanya menjadi Noah itu.

Sindrom Peter Pan itu istilah psikologis yang digunakan untuk mendeskripsikan keadaan dimana seseorang yang seharusnya sudah dewasa tetap bersikap kekanak-kanakkan di samping usianya yang sudah tidak sesuai, dan gagal untuk mengambil peran sosial dan tanggung jawab yang seharusnya ditanggungnya.

Singkatnya, immature.

Tahukah kalian bahwa istilah tersebut diambil karena ketakutan si tokoh Peter Pan itu sendiri akan menjadi dewasa?

More or less, that's what I often feel, and what I'm feeling at this moment.

Dulu, di saat temen-temen sedang asyik-asyiknya berkeinginan untuk menjadi cepat dewasa...
Gua berharap agar bisa terus jadi anak-anak

Dulu, di saat teman-teman berharap untuk segera lulus SD agar dapat segera merasakan SMP...
Gua berharap bisa ngedekem terus di SD

Dulu, di saat kelulusan SMP dan temen-temen sedang semangat-semangatnya untuk masuk SMA...
Gua berharap bisa tinggal di SMP terus


Saat waktu dengan kejamnya terus bikin kelulusan SMA semakin di depan mata tanpa persetujuan gue

Saat tubuh gue semakin beranjak dewasa dan gue menjadi semakin takut dipanggil 'mbak' instead of  'dik'... (iya...ini rada menyeramkan)

Saat gua semakin takut menjadi dewasa dan nggak bisa lagi bersenang-senang

Saat semakin banyak orang yang nge-judge gue atas segala tindakan gue

Saat gue gak lagi dilihat lucu oleh orang-orang jika tertawa tiba-tiba (adanya juga dikira gila)

Saat imej tampaknya menjadi semakin penting dan gue mulai memasang topeng-topeng

Saat tanggung jawab semakin menggunung

Saat harus berkomitmen pada banyak hal

Saat nggak bisa lagi hidup bebas 'semau gue'

Saat gua mau nggak mau harus serius merencanakan masa depan gua

Saat gua harus menopang dan menata hidup gue sendiri, bukannya bergelayut santai pada orangtua...


Gue pengen cengengesan terus. Cengengesan dan terus cengengesan.

Keketawaan dan menjawab ngaco saat ditanya serius

Guling-guling di tanah tanpa disangka orang gila

Mandi telanjang di depan umum tanpa disangka pornoaksi

Nyanyi-nyanyi seenaknya tanpa harus takut malu-maluin

Main game seharian, nonton TV sepuasnya, jalan-jalan seenaknya seakan gak akan ada lagi hari esok

Gue pengen dunia yang hanya ada mimpi, imajinasi, and loads, loads of sweets... ---dan hal-hal menyenangkan lainnya

Dunia dimana segala sesuatu masih sangat sederhana

Nggak ada kebohongan, hal yang dibuat-buat, dan teman yang nusuk dari belakang

Di mana nggak ada tugas, deadline, ujian, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan prosesi menjadi dewasa

Di mana nggak ada seorang pun yang menuntut hal-hal serius dari gue

Hidup bebas gak terikat oleh kewajiban apa pun


Nggak, menurut gua jadi dewasa itu nggak menyenangkan

Pandangan yang belum berubah sejak gua kecil dulu

Walau dulu sering sih gua mikir untuk jadi dewasa di saat-saat gua dimarahin orangtua...hanya sekedar untuk marahin balik gitu...

But that's all.

Apalagi keuntungannya jadi orang dewasa?

Jadi dewasa itu menakutkan.

So, 

Time, wherever you are, I hope you listen to this; I'm begging you, don't move so fast.




Serius, gue takut dapet KTP tahun ini... jadi semacam paranoid gitu setiap ngeliat gambar KTP
Dan gimana kalo seandainya gue gede jadi ibu-ibu gosip yang selalu gue ledekin itu? 

I miss the times when everything was so simple.

1 comment:

Unknown said...

kakak caranya kakak jdi dewasa / ngobatin sidrom ini gmna?

Aku jga kyakx kena penyakit ini